Kisah Seekor Ular dan Orang yang Mabuk

Prof. Dr. Shalahuddin Sulthan, seorang ulama dan da'i yang kerap tampil di acara TV Al Nas di Mesir, memiliki pengalaman menarik dengan seorang pemuda di dalam pesawat. Kisah ini dimulai ketika beliau kehilangan kopernya di bandara Detroit,. ......................

Optimis dan Sabar

Salah satu tanda seseorang tidak percaya pada takdir Allah subhanahu wa ta'ala adalah putus asa. Nilai seseorang dalam berusaha akan berkurang jika ia menyikapi segala sesuatu dengan sikap pesimis. Perlu optimisme dari setiap orang untuk melawan hal tersebut..........

Menceraikan 5 Wanita Sekaligus

Al-Ashma’i pernah bercerita tentang seorang suami yang memiliki empat istri dan dia sosok suami yang bertipe kasar. Suatu saat dia pernah mendapati empat istrinya sedang berkelahi dan ribut, maka dia mengatakan, “Sampai kapan kalian ribut seperti ini? Saya yakin ini .. ...............

Selasa, 06 Agustus 2024

Hidayah di Udara: Perjalanan Taubat di Tengah Penerbangan.

 


    
    
   

    Prof. Dr. Shalahuddin Sulthan, seorang ulama dan da'i yang kerap tampil di acara TV Al Nas di Mesir, memiliki pengalaman menarik dengan seorang pemuda di dalam pesawat. Kisah ini dimulai ketika beliau kehilangan kopernya di bandara Detroit, Michigan, AS. Koper tersebut berisi laptop, uang, dan dokumen-dokumen penting. Beliau berdoa agar Allah menggantinya dengan rezeki yang lebih baik.
    Beliau kemudian melanjutkan perjalanannya ke Frankfurt dengan salah satu maskapai Jerman. Seperti biasa, beliau menyapa orang-orang di sekitarnya. Saat itu, beliau duduk di sebelah seorang pemuda asal Lebanon yang tinggal di Amerika. Pemuda ini adalah seorang pebisnis sukses dan hidup berkecukupan, serta memiliki dua gelar magister.

    Mereka berdua terlibat dalam percakapan mendalam. Sang profesor mengetahui bahwa pemuda tersebut adalah seorang Muslim yang tidak pernah sholat dan sering melakukan perbuatan haram. Profesor mengingatkannya akan nikmat Allah dan pentingnya bersyukur serta memohon perlindungan Allah. 

    Profesor kemudian bertanya, "Suatu saat nanti kesehatan dan harta pasti akan sirna. Apa yang akan kau jawab jika Allah menanyakan nikmat yang Dia berikan kepadamu? Apa yang kau lakukan dengan nikmat yang telah diberikan-Nya? Mampukah kau menghindar dari kematian?"

Pemuda itu menjawab, "Tidak!"

Profesor kemudian berkata, "Lebih baik kau mempersiapkan hal itu sejak sekarang."

Pemuda tersebut tampak menyesal, matanya berkaca-kaca dan air matanya mengalir. Dia bertaubat, dan bersama sang profesor, mereka berdoa kepada Allah, memohon ampunan dan petunjuk agar dapat bersyukur dan beribadah dengan baik.

Mereka sepakat untuk sholat bersama. Di ujung kabin pesawat, profesor terkejut mengetahui bahwa pemuda tersebut tidak tahu cara berwudhu dan sholat. Dengan sabar, profesor mengajari pemuda itu layaknya seseorang yang baru mengenal Islam. Setelah sholat berjamaah, pemuda itu berterima kasih kepada sang profesor karena telah mengingatkannya. Di sisi lain, profesor bersyukur karena Allah telah mengganti kopernya yang hilang dengan taubatnya seorang pemuda melalui dirinya.

---
dikutip dari buku : Wasiat Rasul untuk Para Pecinta 

karya                    : Irja Nasrullah